Selasa, 09 Oktober 2012

1 Arti Istilah Pada Lensa Nikon

Berikut ini akan saya jelaskan mengenai istilah yang di pakai oleh Nikon untuk produk lensanya, Pemakai kamera DSLR Nikon sebagian besar tentunya juga memakai lensa Nikon. Hal ini dikarenakan lensa Nikon memiliki kualitas optik yang amat baik dan tentunya mempunyai banyak pilihan lensa yang tersedia. Dengan semakin berkembangnya teknologi lensa, kini istilah yang biasa dipakai pada lensa Nikon semakin banyak dan kadang-kadang membingungkan untuk sebagian orang.

Sebagai contoh, bagaimana maksud dari Nikkor AF-S DX 18-200mm 1:3.5-5.6G VR IF ED? Barangkali catatan kecil ini ada gunanya.

  • Nikkor >>> Nama untuk lensa buatan Nikon.
  • AF-S >>> Lensa Nikon yang memiliki motor ‘SWM’ sehingga proses auto fokus dilakukan di lensa, bukan pada bodi kamera. Lensa AF-S diyakini lebih cepat dan akurat dalam urusan auto fokus dibanding lensa AF lainnya.
  • DX >>> Lensa Nikon khusus untuk DSLR Nikon berformat DX (memiliki sensor APS-C). Lensa ini memiliki lingkar gambar lebih kecil dari lensa Nikon lain, sehingga memiliki ukuran yang juga lebih kecil. Apabila lensa ini dipasang pada DSLR Nikon berformat FX seperti Nikon D3, maka akan terjadi vignetting.
  • G >>> Menyatakan ketiadaan aperture ring pada lensa. Pemilihan nilai aperture hanya bisa dilakukan melalui dial kamera (kamera SLR Nikon lama tidak kompatibel dengan lensa G ini).
  • VR >>> Vibration Reduction, teknologi stabilizer pada lensa untuk meminimalisir getaran tangan saat memotret pada kecepatan rendah. Dengan memakai lensa VR kemungkinan gambar blur dapat dihindari karena elemen VR akan mengkompensasi getaran, kemampuannya hingga 3-4 stop.
  • IF >>> Internal Focusing, proses auto fokus terjadi didalam lensa sehingga tidak ada bagian luar lensa yang berputar saat lensa mencari fokus. Ini memungkinkan penambahan filter tertentu pada bagian depan lensa.
  • ED >>> Extra low Dispersion, elemen lensa khusus yang ditujukan meningkatkan kontras dan ketajaman dengan meniadakan penyimpangan warna saat cahaya memasuki bagian lensa / chromatic aberration.

Jadi kesimpulannya lensa tadi memiliki arti lensa Nikon berformat DX yang memiliki motor fokus pada lensa, memiliki jangkauan zoom terdekat di 18mm, terjauh di 200mm dengan diafragma maksimal pada saat wide di f/3.5, terjauh di f/5.6, memiliki teknologi stabilizer VR, tidak memiliki aperture ring, dilengkapi elemen lensa ED dan sistem mekanisme auto fokusnya secara internal. Karena lensa DX dirancang untuk dipasang di kamera Nikon DSLR bersensor APS-C, maka akan terkena crop factor 1,5x sehingga jangkauan efektifnya setara dengan 27-300mm.

Untuk Istilah Pada Lensa Nikon lainnya, masih banyak istilah lain yang biasa dipakai. Inilah diantaranya:

  • SIC >>> Super Integrated Coating, lapisan khusus untuk menghilangkan flare saat lensa terkena cahaya matahari.
  • N >>> Nano crystal coat, lapisan lensa yang juga dipakai untuk mengurangi flare dan ghosting.
  • Asph >>> Aspherical lens, lensa khusus untuk mengurangi distorsi dan penyimpangan warna.
  • D >>> Distance information, untuk memberikan informasi tentang jarak objek ke kamera sehingga membantu kerja sistem Matrix metering dan iTTL flash.
  • DC >>> Defocus Control, untuk mengubah-ubah variasi bokeh sehingga foto portrait dapt memiliki background yang blurnya sesuai.
  • Micro >>> Istilah untuk lensa khusus makro.
Itulah beberapa istilah dari lensa Nikon, barangkali ada gunanya bagi anda para pemakai dan calon pemakai kamera SLR Nikon. Semoga bermanfaat

Senin, 08 Oktober 2012

0 Tips Membeli Lensa Bekas

Dengan harga lensa baru yang semakin mahal, banyak dari kita yang memilih untuk membeli lensa bekas atau lensa second hand untuk berhemat. Lensa bekas adalah alternatif memikat karena harganya yang relatif lebih murah dan kalau kita bisa mengevaluasi kualitas sebuah lensa bekas maka kita bisa mendapatkan lensa bekas yang memang masih terjamin kualitasnya. Di artikel ini, saya akan coba menjelaskan keuntungan membeli lensa bekas serta bagaimana cara membelinya secara aman supaya terhindar dari salah beli.

Kenapa Membeli Lensa Bekas?
Alasan utama tentu saja mengemat biaya. Harga lensa bekas biasanya direntang 30% lebih murah dibanding kondisinya barunya, malah untuk lensa yang sudah berumur lebih tua kita bisa mendapatkan harga yang lebih murah lagi.

Membeli Lensa Bekas Orang, Apakah Resikonya?
Sama seperti membeli mobil bekas, membeli motor bekas dan apapun yang kondisinya sudah tidak sempurna, semua mengandung resiko. Yang perlu kita lakukan adalah meminimalkan resiko yang ada. Ada beberapa tindakan yang perlu kita lakukan untuk meminimalkan resiko tersebut. Nah, pada artikel ini saya akan berusaha membantu anda supaya bisa meminimalkan resiko membeli lensa bekas tersebut.

Bukankah Lensa Bekas Biasanya Dijual Karena Ada Cacatnya?
Kehidupan di dunia ini memang selalu abu-abu, namun itu yang bikin hidup kita bergairah bukan. Hanya karena sebuah barang dijual bukan berarti barang tersebut rusak atau cacat. Saya punya tetangga yang punya gerai mobil bekas, dan mayoritas orang yang menjual mobil bekas adalah karena mereka membutuhkan uang atau ingin membeli mobil baru tapi harus menjual mobil lama mereka terlebih dahulu.

Orang menjual lensa zoom karena mereke kepincut kehebatan lensa prime  dan ingin berganti memakai lensa prime. Orang menjual lensa generasi lama karena keluar generasi yang lebih baru. Orang menjual lensa makro karena mereka dulu tergesa-gesa membeli tanpa menyadarai sebenarnya minat mereka tidak disitu. Si A ingin mengambil spesialiasi portrait dan menjual lensa wide anglenya. Tentu ada yang menjual lensa mereka karena ada jamur didalamnya, karena autofokus lensanya tidak akurat dan tentu ada juga lensa yang dijual karena mereka barang curian. Nah tugas kita adalah menyaring yang seperti ini dan membeli benar-benar dari mereka yang menjual dengan motivasi positif dan jujur, kalaupun ada cacatnya yang bisa dideteksi dari awal atau lebih baik lagi mereka bilang sejak awal. Saya pernah terpaksa menjual sebuah lensa yang autofokusnya ngaco dengan harga yang sangat murah, dan orang yang membelinya adalah yang tidak butuh autofokus karena mereka selalu memotret dengan manual fokus.

Beberapa Tips Membeli Lensa Bekas
Ini adalah beberapa panduan yang bisa anda lakukan sebelum membeli sebuah lensa bekas untuk me-minimalisir resiko yang sudah diterangkan diatas:

  • Periksa kondisi fisik optik lensa. Anda harus memeriksa bagian optik lensa dan mengamati kalau-kalau ada jamur di lensa, goresan atau debu. Jenis cacat seperti ini seharusnya mudah dilihat. Goresan kecil dan debu di bagian depan dan belakang lensa bisa menjadi bahan tawar menawar yang masuk akal. Jamur kalau ditemukan cukup mengkhawatirkan dan anda harus mengevaluasi apakah mudah dihilangkan 
  • Cek focusing ring dan zoom ring. Zoom ring adalah bagian yang diputar untuk zooming lensa, focusing ring adalah bagian yang diputar untuk mengubah titik fokus saat di manual fokus. Keduanya harusnya bisa diputar dengan mulus tanpa hambatan. Kalau terasa terhalang, mungkin ada serpihan didalamnya yang cukup mengkhawatirkan karena bisa merusak.
  • Cek kerja autofokus. Kecepatan sistem autofokus lensa bergantung pada kualitas lensa dan juga kamera. Ada beberapa lensa yang memang dari sananya lumayan lelet mengunci fokus, namun kalau anda membeli lensa berharga mahal, harusnya mereka mengunci fokus dengan mudah dan akurat. Pastikan sistem autofokus akurat dan cobalah cek dengan mode single ataupun continuous focus.
  • Bawalah laptop saat bertemu dengan penjual. Untuk apa membawa laptop? Agar kita bisa mengevaluasi hasil foto dari lensa tersebut. Cobalah pasang lensa ke kamera anda lalu pindah foto ke laptop supaya anda bisa zoom maksimal untuk memeriksa cacat, misalnya autofokus yang selalu meleset atau problem centering.
  • Membeli lensa bekas paling ideal: membeli dari orang yang anda kenal langsung. Hal ini bisa menghindari banyak sekali resiko karena kita tahu reputasi kenalan kita tadi. Kalau anda membeli lensa bekas dari teman yang tidak memakai lensa tadi, kita bisa tahu riwayat pemakaian serta bisa mencoba dan mengujinya secara leluasa terlebih dahulu. 
  • Kalaupun harus membeli dari orang yang tidak dikenal, usahakan ketemu secara fisik. Banyak yang merasa aman bertransaksi jarak jauh untuk sebuah nilai transaksi Rp 500 ribu misalnya. Namun kalau anda membeli lensa bekas seharga motor, saya sarankan harus bertemu dengan penjual secara langsung supaya tidak membeli kucing dalam karung. Anda harus memeriksa kondisi optik, kinerja mekanis dan fisik lensa dan sebagainya.
  • Pastikan lensa tidak memiliki centering problem. Cobalah memotret tembok bata atau obyek yang memiliki pattern yang berulang. Kemudian amati kualitas foto, kalau foto dibagian kanan sama bagusnya dengan foto bagian kiri maka lensa tersebut tidak memiliki problem centering.
  • Ingat-ingat prinsip ini: berhati-hatilah dengan barang yang too good to be true. Kalau anda membeli lensa yang harga barunya Rp. 20 Juta dan kondisi bekasnya hanya dihargai Rp. 5 Juta padahal umurnya baru setahun, maka anda harus berpikir ulang, masuk akal nggak sih? jadilah rasional dan teliti.

Intinya adalah, selalu periksa lebih dulu lensa second yang ingin anda beli seteliti mungkin. Ikuti tips diatas dan selalu waspada. Prioritaskan membeli dari orang yang anda kenal atau dari komunitas foto lokal dimana anda sering ikut nimbrung disitu. Kalaupun membeli dari orang yang belum anda kenal dan menggunakan forum atau situs jual beli online, utamakan membeli dari penjual dalam satu kota sehingga bisa bertemu langsung dengan penjual dan bisa memeriksa secara fisik lensa incaran anda sebelum membayar.



sumber http://belajarfotografi.com/tips-membeli-lensa-bekas/

Minggu, 07 Oktober 2012

1 Ravelli APLT2 49" Light Weight Aluminum Tripod




The Ravelli APLT2 merupakan sebuah tripod kamera yang sangat ringan namun dapat direntangkan hingga ketinggian 49 inci. Dengan berat tak lebih dari 1 pon, anda dapat terbebani karena tripod ini didesain dengan kaki-kaki alumunium dan head plastik yang sangat keras.

Tripod ini mempunyai kemampuan untuk memposisikan berbagai orientasi fokus kamera, dari portrait hingga landscape. Tiap-tiap ujung kakinya dilindungi karet untuk stabilitas permukaan medan yang berbeda-beda. Kaki tripod mempunya 3 tingkat rentang dengan berat bervariasi. 

Product Features
  • 49" height but it collapses to 16.5"
  • Lightweight and compact design
  • Pan and tilt motion with the option of shooting landscape or portrait
  • Center pole is extendable
  • Cary Bag and mini wire leg tripod are included









Sabtu, 06 Oktober 2012

1 Perbandingan Spesifikasi antara Nikon D600 vs Canon 6D

Nikon D600 dan Canon 6D adalah rival sejati, di pasaran luar negeri keduanya dijual di harga yang sama persis dan keduanya adalah kamera DSLR full frame yang relatif “lebih murah (ehm)” dibandingkan kamera DSLR full frame lain

Disini kita akan melihat perbandingan diantara keduanya murni dari sudut pandang spesifikasi sesuai data yang ada. Silahkan:

Perbandingan spesifikasi Nikon D600 vs Canon 6D
Kamera
SpesifikasiNikon D600Canon 6D
Resolusi sensor24,3 MP20, MP
Jenis SensorCMOSCMOS
Ukuran Sensor35,9×24 mm35,8×23,9 mm
Ukuran Pixel5,9µ6,55µ
Sensor CleaningYaYa
Ukuran foto6016 x 4016 px5472 x 3648 px
ProsesorEXPEED 3DIGIC 5+
Jenis viewfinderPentaprismaPentaprisma
Cakupan Viewfinder100 %97%
Built in flashYa dengan commander modeTidak
Kartu memory2 x kartu SD1 kartu SD
Continuous Mode5,5 FPS4,5 FPS
Shutter speed1/4000 detik – 30 detik1/4000 detik – 30 detik
Rating ketahanan shutter count150 ribu100 ribu
ISOISO 50, ISO 12800 – 25600ISO 50, ISO 512600, ISO 102400
Autofokus39 titik AF dengan 9 cross type11 titik AF dengan 1 cross type (center)
VideoYaYa
Ganti aperture di mode video (live view)TidakYa
Output VideoMOV, compressed dan uncompressedAVI, H.264/MPEG 4
Maksimum video1080p di 24p, 25p dan 30p1080p di 29,29p, 25p dan 23,9p
Mikrofonbuilt in dengan opsi stereobuilt in dgn opsi stereo
Ukuran LCD3,2 inch TFT LCD3,2 inchi TFT LCD
Resolusi LCD921,0000 dot1,004,000 dot
Built in GPSTidak adaAda
Fungsi Wi-fiBeli Eye-Fi atau WU–1BBuilt in
Kapasitas batere900 jepret960 jepret
Berat (BO)760 gram680 gram
Ukuran141 x 113 x82mm144 x 111 x 71mm
Harga retail standar produsenUS$ 2099US$ 2099


Sekedar catatan, menurut opini saya melihat angka-angka diatas Canon lebih unggul di low light (ISO rating lebih tinggi), Video (ganti aperture on the fly) dan koneksi wi-fi serta GPS sudah built in. Sementara dari kecepatan dan akurasi autofokus (canon 6D hanya 11 titik AF dan 1 cross type sementara Nikon D600 sudah 39 titik dengan 9 cross type), rating shutter count dan kecepatan burst mode, Nikon lebih unggul. Tapi keduanya adalah kamera yang sangat menjanjikan dan kita berharap kedepannya akan muncul lebih banyak kamera full frame yang lebih murah lagi heheh… Yang lebih penting lagi, merek apapun kameranya semua kembali ke kita sebagai pemakai, kamera bagaimanapun adalah sebuah alat yang mendukung visi dan bukan sebaliknya


0 Lensa Prime

Bagi anda yang baru terjun di dunia fotografi pasti timbul pertanyaan di benak anda, apa itu lensa prime. Lensa prime adalah lensa yang hanya memiliki satu focal length. Contoh lensa prime adalah lensa Canon 50mm f/1.8, Nikon 35mm f/1.4G, Canon EF 20mm f/2.8 atau lensa Tamron 90mm f/2.8 Macro.

Semua lensa yang hanya memiliki satu focal length tunggal disebut lensa prime atau fixed, sebagai kebalikan dari lensa zoom yang memiliki banyak titik focal length. Jika lensa prime hanya memiliki satu focal length sementara lensa zoom memiliki banyak focal length, lalu apa saja kelebihannya?

Beberapa Keistimewaan Lensa Prime

Beberapa sifat dibawah ini merupakan sebuah generalisasi, karena ada lensa prime tertentu yang mungkin cacat atau memang kualitasnya tidak sesuai harapan atau harganya lebih mahal. Namun mayoritas lensa prime menyandang sifat-sifat berikut ini:

  • Harga, lensa prime biasanya lebih terjangkau secara harga karena memiliki konstruksi dan mekanisme lebih simpel dibandingkan lensa zoom. Tidak perlu elemen bergerak untuk zoom in atau zoom out.
  • Lensa Cepat, lensa prime biasanya memiliki aperture maksimal yang sangat lebar sehingga mampu mengumpulkan banyak cahaya. Kualitas inilah yang membuat lensa prime disebut lensa cepat karena kita bisa menggunakan shutter speed tinggi saat memaksimalkan aperture. Aperture lebar juga membuat viewfinder lebih cerah.
  • Bokeh. Salah satu karakteristik paling diburu dari lensa prime adalah kualitas bokeh yang dihasilkan lensa ini. Karena memiliki aperture maksimal yang besar, maka kualitas bokeh akan makin oke.
  • Zoom Dengan Kaki, lensa prime memacu kita untuk kreatif. Dengan tidak adanya fitur zoom, maka kita dipaksa melangkahkan kaki dan berpikir lebih keras saat mengkomposisi sebuah foto. Banyak yang berargumen bahwa ini bisa memacu kreatifitas kita saat memotret.
  • Ukuran dan Berat, lensa prime memiliki ukuran fisik yang kecil, ringan dan lebih kompak. Dengan hanya memiliki satu titik focal length, maka lensa prime tidak harus memiliki konstruksi mekanis yang njlimet sehingga bentuk dan ukurannya lebih efisien.
  • Kualitas, lensa prime cenderung memiliki kualitas optik yang sangat bagus. Produsen membuat lensa prime dan hanya harus berfokus bagaimana menghasilkan kualitas gambar yang paling bagus di focal length tersebut.


0 Panduan Teknik Fotografi Makro bagi Pemula

Defenisi klasik fotografi makro adalah ukuran objek foto pada negatif film, ukurannya sama dengan objek nyata, dengan kata lain rationya 1:1.

Seiring kemajuan teknologi yang menghasilkan fotografi digital, defenisi fotografi makro pun berubah menjadi lebih dinamis yaitu teknik pengambil foto objek dalam jarak yang sangat dekat, berkisar antara 10-60 cm dari lensa kamera. Sedangkan jarak yang lebih dekat dari 10 cm, bisa dikatakan telah memasuki wilayah fotomikrografi.

Defenisi inipun menjadi rancu karena bisa saja pada saat pengambilan foto jarak objek dengan lensa, katakanlah 2 meter, bisa “direkayasa” menjadi fotografi makro. Hal ini bisa dilakukan pada foto yang memiliki resolusi yang sangat tinggi misalnya 40 megapixel. Misalnya mengambil foto seseorang dari jarak 2 meter dari lensa, lalu pada saat pengeditan, bagian mata di zoom atau diperbesar (magnification) trus di cropping, maka jadilah fotografi makro 

Tips Teknik Memperoleh Hasil Foto Makro yang Bagus

Tujuan umum fotografi makro adalah untuk mendapatkan detail objek. pada fotografi makro hal-hal yang perlu ditekankan adalah:

  • Memiliki Tujuan; untuk memperoleh hasil yang maksimal penting diketahui tujuan pengambilan fotografi makro, apakah hanya untuk sekedar iseng, seni, kepentingan ilmiah, pemberitaan atau promosi produk, dengan demikian kita bisa fokus. Biasanya untuk kepentingan ilmiah dan pemberitaan lebih mengutamakan “pesan foto” daripada keindahannya (seni), namun akan menjadi foto yang hebat apabila keduanya dapat disatukan.
  • Menggunakan manual fokus (kalau ada pada kamera tentunya), karena seringkali autofokus “tidak mengetahui” bagian mana yang kita inginkan dari objek untuk difokuskan.
  • Menggunakan fitur self timer kamera, sehingga kamera benar-benar bebas dari goncangan.
  • Sebaiknya tidak menggunakan flash khususnya pada objek yang sangat dekat (lebih dekat dari 10-30 cm), penerangan objek dapat dilakukan dengan mengarahkan objek pada sumber cahaya. untuk penerangan pada benda bergerak (serangga, dll) menggunakan senter atau lampu baca
  • Menggunakan penyangga kamera; fotografi makro sangat sensitif terhadap goncangan, gunakan monopod, bipod, tripod, tetrapod atau benda-benda lain sebagai penyangga kamera misalnya buku atau kardus
  • Menggunakan lensa khusus makro atau mengaktifkan modus makro pada kamera.
  • Menggunakan mode aperture priority (bukaan lensa) lebar/nilai f rendah, ISO (sensifitas sensor kamera terhadap cahaya) rendah dan shutter speed relatif tinggi. Maaf untuk pembaca, khususnya kepada fotografer pemula, tips terakhir ini memang relatif sulit tapi akan gampang apabila benar-benar minat akan fotografi.


sebagaimana ditulis oleh Rahmad Agus Koto, author pada : kompasiana.com

0 Tips Memotret Objek Bergerak (pemula)

Ini  mungkin yang menjadi  kendala bagi para penghobi fotografi yang masih pemula, pasti akan penasaran dengan bagaimana cara untuk mengambil gambar pada objek yang bergerak. Secara umum, istilah action photography ataufotografi gerak berhubungan dengan pemotretan pada acara-acara olahraga. Tak bisa dipungkiri bahwa memotret atlet di acara olahraga merupakan tantangan, tapi fotografi gerak membutuhkan lebih dari itu. Setiap situasi di mana orang-orang atau benda selalu bergerak, termasuk menghabiskan waktu bersama anak-anak, bepergian dengan mobil atau kereta api sangat potensial untuk teknik ini. Berikut adalah beberapa teknik yang akan membantu anda meningkatkan keterampilan memotret benda bergerak.

  • Sinkronisasi
Salah satu aspek yang paling penting dalam fotografi gerak adalah sinkronisasi, yang mengantisipasi saat yang tepat untuk memotret. Jika dibuat terlalu dini, kamera tidak akan menangkap gambar yang bagus dan jika dibuat terlambat, waktu atau gambar yang paling penting terlewatkan. Untuk alasan tersebut, jenis fotografi ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana mengantisipasi saat-saat intensitas maksimum. Namun, anda tidak harus menunggu acara tertentu untuk melatih kemampuan, karena gerakan dapat ditemukan di mana-mana di sekitar kita.

  • Peralatan yang Dibutuhkan
Membekukan suatu subjek dalam sebuah foto dapat dicapai dengan menggunakan flash. Dalam hal lensa yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari, Anda dapat menggunakan hampir semua jenis lensa, tetapi saat pengambilan gambar kegiatan olahraga, lensa tele hukumnya wajib. Jika aksi atau gerak terjadi di dekat kamera, lensa dengan panjang fokus antara 200 mm dan 300 mm sudah cukup. Tetapi untuk aksi atau gerak yang terjadi di panggung, landasan pacu atau stadion, yang berarti jarak yang agak jauh antara kamera dan subjek, anda perlu lensa dengan panjang fokus 400 mm, 500 mm atau bahkan 600 mm dalam situasi tertentu.

  • Waktu Exposure
Aksi atau gerak dapat diabadikan dalam foto dengan dua cara: versi pertama berarti shutter speed rendah dan yang kedua diwakili oleh waktu exposure yang menciptakan efek blur dan perasaan gerak. Memindahkan kamera ke arah yang diinginkan relatif mudah jika anda ingin “membekukan” objek yang bergerak, yang dapat ditangkap bahkan dengan nilai yang lebih rendah dari waktu exposure, umumnya antara 1/250 detik dan 1/500 detik. Apabila subjeknya bergerak dengan sudut 45 derajat dari kamera, pembekuan gambar dengan nilai yang disebutkan di atas akan lebih sulit.

Dengan demikian, untuk memastikan gambar tersebut berhasil, disarankan untuk memilih nilai antara 1/500 detik dan 1/1000 detik. Tapi jika anda memotret subjek bergerak dengan kecepatan tinggi, seperti mobil atau atlit yang sedang berlari, anda disarankan untuk memilih nilai sekitar 1/2000 detik.

  • Penempatan Posisi
Selain penggunaan perangkat yang akan membantu menangkap subjek dan pengaturan waktu exposure yang tepat, posisi kamera merupakan faktor penting yang berkontribusi pada keberhasilan fotografi gerak. Lokasinya harus sesuai dengan orang yang akan melihat gambar. Jika Anda berhasil merefleksikan pemirsa ke dalam suasana dan mengatur adegan, gambar anda akan lebih memukau.


 

extremezooming Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates